Rabu, 23 Disember 2009

PERINGATAN HARI PANGAN SE-DUNIA DI CIAMIS


Peringatan Hari Pangan Se-dunia di Tingkat Kabupaten Ciamis.

S

elasa 22 Desember 2009 kemarin, adalah hari pangan se-dunia. Di kabupaten ciamis, untuk memperingati momen pengting tersebut dilaksanakan upacara peringatan yang bertempat dii halaman alun-alun/ taman Raflesia Ciamis. Yang pesertanya diikuti dari berbagai perwakilan organisasi yang ada di kabupaten ciamis. Seperti; TNI, POLRI, ibu-ibu PKK, Bantara dan lain-lain.

Adapun yang menjadi inspektur pada upacara tersebut adalah Bapak H Engkon Komara (Bupati Ciamis). Didalam pidatonya beliau menghimbau kepada seluruh masyarakat tatar galuh ciamis, untuk berkomitmen bersama-sama dalam meningkatkan kualitas pangan dan meminimalisir kekurangan pangan.

Selain dilaksanakannya upacara peringatan, ciamis juga menggelar acara makan gratis yang diselenggrakan oleh badan ketahanan pangan kabupaten ciamis. Berbagai jenis makanan pun telah dipersiapkan untuk menjamu pejabat pemerintah, dan tamu undangan. Seperti: es ganyong, brownies ganyong, tepung ganyong dan lain-lain.

Satu persatu bapak bupati mencicipi jamuan yang telah disediakan, setelah itu masyarakat setempat pun dipersilakan untuk mencicipinya juga. Satu menit pun kurang, semua makanan yang dihidangkan langsung habis dikerumuni masyarakat.

Ketika bapak bupati sedang mencicipi makanan beragam tersebut, kami sempat meminta keluangan waktunya untuk diinterview berkenaan dengan ketahanan pangan.”Program apakah yang sedang dijalankan pihak pemerintah, dalam upaya meningkatkan swasembada pangan?” Tanya kami. “Salah satu program yang sedang dijalankan pihak pemerintah, menjadikan kabupaten ciamis sebagai kabupaten lumbung pangan. Hal itu telah terealisasikan, pada waktu ada himbauan dari bapak presiden, untuk mengantisipasi kekurangan pangan, Indonesia menyediakan 1 juta ton beras. Alhamdulillah provinsi jawa barat berhasil menyuplai setengahnya, yakni 500 ribu ton yang salah satu pemasoknya dari kabupaten ciamis” jawab beliau.

“Harapan bapak untuk anak-anak sekolahan seperti kami, supaya terlibat langsung dalam ketahanan pangan dilingkup kabupaten ciamis, itu seperti apa?” Tanya kami lagi.”Untuk melibatkan anak sekolahan, yaitu dengan cara diterapkannya naluri karakter mencintai pertanian, misalnya kebiasaan penanaman pohon, sekolah hijau. Juga di sekolahkan terdapat mata pelajaran yang berkaitan dengan lingkungan hidup, siswa diharapkan tidak hanya sebatas mempelajari buku mata pelajaran saja, tapi kita kembalikan melaui pola kehidupan berbasis ekonomi pertanian” ujar beliau.


Di era globalisasi ini seharusnya kita prihatin, kian hari manusia yang menempati bumi ini semakin bertambah, sementara ketersedian pangan semakin berkurang. Otomatis untuk melangsungkan hidupnya diperlukan ketersediaan pangan yang banyak pula. Ini merupakan problem bersama yang harus ditangani secara serius.

Untuk mengatasi problem tersebut, Oleh karenanya pemerintah mencari berbagai cara untuk menangani problem tersebut, baik secara global maupun nasional. seperti dicanangkannya program pola makanan beragam. Maksudnya, masyarakat Indonesia tidak lagi ketergantungan pada satu jenis makanan pokok saja (misalnya nasi). Banyak di sekeliling lingkungan kita tumbuh-tumbuhan yang mengandung karbohidrat tinggi. Misalnya; singkong, talas, ganyong, umbi-umbian dan lain sebagainya, bisa dijadikan makanan pokok (pengganti nasi), asalkan didukung dengan menu yang yang seimbang gizinya.

Program pemerintah diatas, marilah kita dukung bersama-sama, karena untuk mewujudkan Indonesia menjadi Negara swasembada pangan, nyatanya tidaklah mudah. Makanya mulai saat ini kita semua sepakat tidak lagi ketergantungan pada satu jenis makanan pokok saja. Supaya demikian itu, Indonesia tidak lagi mengimpor beras hanya karena kekurangan stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

Maman Noer Zaman Class XI A

SMK Miftahussalam Ciamis

Jurnalist for student (cjf)

PHOTO BERSAMAN KTO DAN BAPAK BUPATI

Label:

Selasa, 22 Disember 2009

42j


Khamis, 23 April 2009

PEMUDA INDONESIA VS PEMUDA ROSULULLAH

Antara Pemuda Indonesia & Pemuda Rosulullah
Ditulis pada April 2009,


Peran Pemuda Dalam Memerdekakan Bangsa Seutuhnya Indonesia dan Penjajahan
Sudah lebih dari 60 tahun sejak Bung Karno mendeklarasikan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setelah melalui perlawanan atas penjajahan fisik selama kurang lebih tiga setengah abad. Kita telah merdeka secara fisik. Namun, ternyata mental-mental keterjajahan itu masih bersemayam dalam jiwa sebagian besar masyarakat kita. Betapa tidak, kita baru merdeka sekitar setengah abad, sedangkan rentang waktu penjajahan fisik itu sudah lebih dari tiga setengah abad.
Tapi sayangnya alasan ini tidak bisa dijadikan argument pemaafan akan keterbelakangan bangsa kita. Lihat Malaysia dan Korea Selatan yang umur kemerdekaannya lebih muda dari Indonesia, sudah menjadi salah satu ‘Macan Asia’. Kualitas SDM dan SDA bangsa kita sama sekali tidak kalah dengan mereka, karena Allah menciptakan hardware(piranti keras) manusia itu sama potensinya. Begitu dahsyatnya keterbelakangan kita dalam berbagai bidang. Dalam hal ekonomi, bangsa ini dikuasai hegemoni kapitalis yang rakus. Segi politik, para preman jalanan itu telah mengganti baju mereka dengan jas dan dasi yang mewah namun dengan perilaku tak berubah. Di bidang moral, rasa kemanusiaan mati terhadap penghargaan nyawa. Persis puisi Kahlil Gibran tentang “Bangsa Kasihan”. Kasihan bangsa, yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan, dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah. Kasihan bangsa, yang negarawannya serigala, filosofnya gentong nasi, dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru. Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan, tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.
Pemuda Indonesia
Begitulah, bangsa ini telah merdeka secara fisik, tapi belum secara mental. Kita belum merdeka seutuhnya. Pun, ketika para pemuda dan mahasiswanya telah berkali-kali turun ke jalan mengawali perubahan. Seakan usaha mereka sia-sia. Atau, malah kaum pemuda juga sudah menjadi salah satu masalah bangsa ini? Memang, agaknya permasalahan pemuda bangsa ini juga tidak sedikit dan sudah perlu mendapat perhatian khusus. Dengan idealisme yang -mestinya- masih murni dan rasa kepedulian kondisi bangsa yang -harusnya juga- masih tinggi, para pemuda masih bisa berbuat banyak.
Melihat realita pemuda Indonesia sekarang, harapan ini seakan menipis. Pemuda sekarang sedang berada di persimpangan jalan, apakah akan menjadi generasi pengganti pelopor perubahan dan kebangkitan ataukah bahkan penerus generasi tua sekarang menuju kepunahan. Kekhawatiran ini bukan khayalan, fakta-fakta berbicara bahwa kerusakan generasi muda sudah menjadi sedemikian parah. Narkoba, putus sekolah dan mutu pendidikan rendah, pengangguran muda, free sex, fenomena ABG hedonis, tawuran dan kriminalitas remaja. Sederet kata tersebut sudah sering membuat kepala pening. Krisis jati diri itulah keyword-nya. Ini merupakan pangkal arus demoralisasi yang menggurita. Globalisasi yang ditandai revolusi teknologi informasi membuat seakan dunia bak desa yang sangat besar dan tidak seluruh bangsa siap menghadapi bentuk pergaulan dunia baru yang seperti tanpa pembatas. Bangsa yang tidak siap akan semakin terpuruk, tereksploitasi dan menjadi ’tong sampah’ budaya barat yang menimbulkan krisis terhadap nilai-nilai yang dianut. Nilai adalah akar kebudayaan dan peradaban suatu bangsa. Pergeseran nilai selalu mendahului pergeseran teritorial suatu bangsa oleh karena itu pangkal dari krisis jati diri yang diderita para peemuda hari ini adalah krisis nilai. Wilayah nilai harus menjadi perhatian serius, karena permasalahan lainnya akan dengan sendirinya selesai kalau kita mampu mengolah nilai-nilai yang ada menjadi suatu sistem yang berjalan dengan baik yang bekerja di tengah-tengah masyarakat.
Dua jebakan yang mungkin menimpa kita, pertama menjadi bebas nilai atau kedua, sebaliknya secara primitif berpegang pada nilai-nilai lama yang usang. Keduanya merupakan pilihan ekstrim yang terlihat mudah. Karenanya kita harus secepatnya mencapai titik keseimbangan yang baru untuk menemukan nilai-nilai yang kita sepakati kebaikannya. Di sisi lain kita melihat gagalnya generasi tua melakukan rekonsiliasi dan juga kelambanannya memenuhi amanat rakyat. Mereka miskin cita-cita, lemah semangat dan enggan berkorban. Memang tidak semua, ada pula generasi tua yang dikucilkan yaitu orang-orang tua yang tetap muda cita-citanya, semangatnya dan pengorbanannya.
Kebangkitan
Zaman baru akan lahir karena adanya pikiran baru, jiwa baru dan semangat baru. Ketiga tanda tersebut merupakan ciri orang muda. Dalam tiga hal inilah letak kepeloporan peran pemuda harus menonjol di segala aspek kehidupan. Pikiran baru membuat pemuda belajar dan selalu memperkaya wawasan seluas-luasnya. Jiwa baru mengawali sebuah kematangan setelah menghadapi benturan-benturan tantangan dan menyelesaikannya dengan semangat. Pemuda selayaknya menisbahkan dirinya pada suatu pergerakan untuk memperjuangkan pikiran-pikiran dan jiwanya yang akan menyatu menjadi sejarah emas yang gemilang.
Bekal Perjuangan
Yang pertama kali harus difahami adalah tidak dalam semua hal pemuda menjadi penerus, kalau saja semua yang terwariskan itu kebobrokan, maka pemuda harus menjadikan perannya sebagai generasi pengganti atau pengubah. Dalam kondisi sekarang, ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh pemuda. Pertama, adalah memperteguh basis moral kepribadian yang akan membentuk perangai akhlaq mulia. Jejak perubahan akan menapak dengan jelas dan lugas jika sang pelopor menjadi model hidup yang bisa diteladani.
Kedua, mempertajam kompetensi diri pada suatu bidang atau keterampilan tanpa harus kehilangan konteks yang utuh dengan bidang-bidang terkait. Kompetensi ini juga harus kompetitif, karena dengan kompetensilah seseorang bisa mandiri. Ketiga, menumbuhkan sense of crysis pada bidang sospolekbud. Di sinilah moral diri dan kompetensi diri menemui konteksnya sebagai fungsi dari harokah, sebuah gerakan amal jama’i yang akan membawa peran serta masyarakat ke arah perubahan yang diharapkan. Yang perlu diperhatikan, harokah bukanlah gerakan yang memisahkan dan menutup diri dari masyarakat.
Pemuda Utusan Rosulullah
Lihatlah ia, pemuda yang belum juga berusia seperempat abad. Tapi sudah mengawali karirnya menjadi duta Islam pertama untuk masyarakat yang sama sekali belum mengenal Islam. Ia membuka pintu-pintu hidayah masyarakat Yatsrib, sehingga Rasulullah dengan aman bisa membuat cikal bakal negara Islami. Keluhuran akhlaqnya melelehkan keangkuhan dan kecurigaan para pemuka kaum. Bahkan merekrut mereka menjadi salah satu prajurit penguat barisan kebenaran berkat kepiawaiannya dalam berdiplomasi. Sebuah karya yang sangat prestatif.
Dialah Mush’ab bin Umair. Refleksi sejati pemuda pembangun bangsa. Integritas moral dan kecerdasan berpadu dalam dirinya. Sebuah pernyataan jenius dia lontarkan saat ditanya oleh Rosulullah, tentang bagaimana dia akan menjalankan tugas di Yatsrib. ” Dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan jika tidak aku dapati pada keduanya, maka aku akan berijtihad ”, jawabnya tenang. Dan Rosulullah pun mempercayainya, untuk sebuah tugas yang tak mudah, dan belum tentu orang-orang yang lebih tua bisa melakukannya. Wafatnya pun dalam keadaan mendekap panji yang diamanahkan Rosulullah, walau harus dengan pangkal kedua tangannya yang telah putus. Ya, ia syahid di medan Uhud dan Rosulullah ikut menangisinya.
Wallaahu a’lam bisshowwaab


http://img4.imageshack.us/img4/1145/31412214.jpg

Label:

BAJU KOPRAL

Lulusan SMK, Jadi AirPlane Operation Siapa Takut?
S
MK Miftahussalam Handapherang-Cijeungjing-Ciamis, menggelar workshop yang bertemakan “Pengenalan Dunia Perpilotan dan Pramugari”, Selasa,(07/04) kemarin. Workshop tersebut diikuti oleh siswa – siswi Sekolah Kejuruan yang berada di wilayah kabupaten Ciamis sebanyak 102 orang.
Adapun tujuan di selenggarakannya workshop tersebut, untuk meningkatkan wawasan Pelajar dan mengenal lebih jauh perkembangan teknologi yang semakin canggih di era modern ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah, Dadan Apip Hamdan, didalam sambutannya. “Work shop ini diselenggarakan, dengan harapan siswa/siswi dapat mengenal lebih jauh dunia Perpilotan dan Pramugari dan mengetahui perkembangan teknologi mutakhir di era modern ini,” kata Dadan.
Narasumber work shop tersebut, SMK Miftahussalam mendatangkan Oka Karsono,beliau bekerja di PT JAS AERO-ENGINEERING SERVICES pada bidang Sertifikasi Pilot.
Ternyata menjadi seorang Airline Operation itu tidaklah mudah, banyak kriteria-kriteria tertentu yang harus kita lengkapi, diantanya : Menguasai dan fasih 5 bahasa (Arab, China, Inggris, Spanyol, dan Prancis), Sehat Jasmani dan Rohani, Pandai berenang, Belum menikah dan lain-lain.
Seusai acara selesai, kami mewawancarai Oka Karsono. “Apakah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan bisa menjadi seorang Airplane Operation?”,Tanya kami.”Lulusan SMK juga bisa menjadi seorang Airplane Operation, tetapi hanya sekolah-sekolah di bidang teknik saja, misal SMK Miftahussalam di bidang TKJ. ”Kenapa demikian ?”, Tanya beliau.”Karena PT Aero Plane banyak pofesinya, tergantung keahlian yang dimiliki seseorang, jurusan mana kita akan masuk, diantaranya: Main Tenance(hal keperawatan), Inflight Catering(Permakanan), Hospital(Perawatan khusus), Ground Handing(mekanik pesawat), Hotel/travel(Peristirahatan). “Dan apakah PT. Aero Plane meyediakan Beasiswa bagi pelajar berprestasi?”, Tanya kami satu kali lagi. “Setiap PT.Aero Plane menyediakan Beasiswa bagi pelajar berprestasi selama 1 tahun,”ujar beliau.
Bagi siswa yang berminat menjadi seorang Airplane Operation, Adapun tata cara seleksinya sebagai berikut: Datanglah ke PT. Aero Plane yang menyediakan beasiswa, Memberikan ijazah sekolah, dan terakhir Psikotes (meliputi; Ujian Tulis, Kefasihan bahasa, Tinggi badan, Kesehatan, bisa berenang).
Maman Noer Zaman
Baju Kopral
SMK Miftahussalam Ciamis

Label:

Khamis, 29 Januari 2009

Sejarah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sejarah, dalam bahasa Indonesia dapat berarti riwayat kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal usul keturunan (terutama untuk raja-raja yang memerintah). Kata Sejarah berasal dari kata Syajaratun atau Syajarah dalam bahasa Arab yang artinya pohon atau silsilah. Umumnya sejarah atau ilmu sejarah diartikan sebagai informasi mengenai kejadian yang sudah lampau. Sebagai cabang ilmu pengetahuan, mempelajari sejarah berarti mempelajari dan menerjemahkan informasi dari catatan-catatan yang dibuat oleh orang perorang, keluarga, dan komunitas. Pengetahuan akan sejarah melingkupi: pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis.
Dahulu, pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai bagian dari Ilmu budaya (Humaniora). Akan tetapi, di saat sekarang ini, Sejarah lebih sering dikategorikan sebagai Ilmu sosial, terutama bila menyangkut perunutan sejarah secara kronologis.
Ilmu sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan di masa lalu. Sejarah dibagi ke dalam beberapa sub dan bagian khusus lainnya seperti kronologi, historiografi, genealogi, paleografi, dan kliometrik. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah disebut sejarawan.
Ilmu sejarah juga disebut sebagai Ilmu tarikh.
Daftar isi[sembunyikan]
1 Klasifikasi
2 Catatan Sejarah
3 Sejarah dan Prasejarah
4 Etimologi
5 Historiografi
6 Metode Kajian Sejarah
7 Belajar dari Sejarah
8 Lihat pula
//

[sunting] Klasifikasi
Karena lingkup sejarah sangat besar, perlu klasifikasi yang baik untuk memudahkan penelitian. Bila beberapa penulis, seperti H. G. Wells, Will dan Ariel Durant, menulis sejarah dalam lingkup umum, kebanyakan ahli sejarah memiliki keahlian dan spesialisasi masing-masing.
Ada banyak cara untuk memilah informasi atau tema sejarah, misalnya:
Berdasarkan kurun waktu (kronologis)
Berdasarkan wilayah (geografis)
Berdasarkan negara (nasional)
Berdasarkan kelompok suku bangsa (etnis)
Berdasarkan topik/pokok bahasan (topikal)
Dan masih banyak lain lagi pemilahan informasi sejarah.
Dalam pemilahan tersebut haruslah diperhatikan bagaimana cara penulisannya, seperti melihat batasan-batasan temporal dan spasial tema itu sendiri. Jika hal tersebut tidak dijelaskan, maka sejarawan mungkin akan terjebak ke dalam falsafah ilmu lain, seperti sosiologi contohnya. Inilah sebabnya Immanuel Kant yang disebut-sebut sebagai Bapak Sosiologi mengejek sejarah sebagai penata batu bata dari fakta-fakta sosiologis.
Banyak orang yang mengkritik Ilmu Sejarah. Para pengkritik melihat sejarah sebagai sesuatu yang tidak ilmiah karena tidak memenuhi faktor-faktor keilmuan, terutama faktor "dapat dilihat atau dicoba kembali". Artinya sejarah hanya dipandang sebagai pengetahuan belaka, bukan sebagai ilmu. Akan tetapi, Ilmu Sejarah terus berkembang dan menunjukkan dirinya masuk dalam tataran ilmu.

[sunting] Catatan Sejarah
Ahli sejarah mendapatkan informasi mengenai masa lampau dari berbagai sumber, seperti catatan yang ditulis atau dicetak, mata uang atau benda bersejarah lainnya, bangunan dan monumen, serta dari wawancara (yang sering disebut sebagai "sejarah penceritaan", atau oral history dalam bahasa Inggris). Untuk sejarah modern, sumber-sumber utama informasi sejarah adalah: foto, gambar bergerak (misalnya: film layar lebar), audio, dan rekaman video. Tidak semua sumber-sumber ini dapat digunakan untuk penelitian sejarah, karena tergantung pada periodeyang hendak diteliti atau dipelajari. Penelitian sejarah juga bergantung pada historiografi, atau cara pandang sejarah, yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Ada banyak alasan mengapa orang menyimpan dan menjaga catatan sejarah, termasuk: alasan administratif (misalnya: keperluan sensus, catatan pajak, dan catatan perdagangan), alasan politis (guna memberi pujian atau kritik pada pemimpin negara, politikus, atau orang-orang penting), alasan keagamaan, kesenian, pencapaian olah raga (misalnya: rekor Olimpiade), catatan keturunan (genealogi), catatan pribadi (misalnya surat-menyurat), dan hiburan.
Namun dalam penulisan sejarah, sumber-sumber tersebut perlu dipilah-pilah. Metode ini disebut dengan kritik sumber. Kritik sumber dibagi menjadi dua macam, yaitu ekstern dan intern. Kritik ekstern adalah kritik yang pertama kali harus dilakukan oleh sejarawan saat dia menulis karyanya, terutama jika sumber sejarah tersebut berupa benda. Yakni dengan melihat validisasi bentuk fisik karya tersebut, mulai dari bentuk, warna dan apa saja yang dapat dilihat secara fisik. Sedang kritik intern adalah kritik yang dilihat dari isi sumber tersebut, apakah dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.
Wawancara juga dipakai sebagai sumber sejarah. Namun perlu pula sejarawan bertindak kritis baik dalam pemilahan narasumber sampai dengan translasi ke bentuk digital atau tulisan.

[sunting] Sejarah dan Prasejarah
Dulu, penelitian tentang sejarah terbatas pada penelitian atas catatan tertulis atau sejarah yang diceritakan. Akan tetapi, seiring dengan peningkatan jumlah akademik profesional serta pembentukan cabang ilmu pengetahuan yang baru sekitar abad ke-19 dan 20, terdapat pula informasi sejarah baru. Arkeologi, antropologi, dan cabang-cabang ilmu sosial lainnya terus memberikan informasi yang baru, serta menawarkan teori-teori baru tentang sejarah manusia. Banyak ahli sejarah yang bertanya: apakah cabang-cabang ilmu pengetahuan ini termasuk dalam ilmu sejarah, karena penelitian yang dilakukan tidak semata-mata atas catatan tertulis? Sebuah istilah baru, yaitu nirleka, dikemukakan. Istilah "pra-sejarah" digunakan untuk mengelompokkan cabang ilmu pengetahuan yang meneliti periode sebelum ditemukannya catatan sejarah tertulis.
Pada abad ke-20, pemisahan antara sejarah dan prasejarah mempersulit penelitian. Ahli sejarah waktu itu mencoba meneliti lebih dar sekadar narasi sejarah politik yang biasa mereka gunakan. Mereka mencoba meneliti menggunakan pendekatan baru, seperti pendekatan sejarah ekonomi, sosial, dan budaya. Semuanya membutuhkan bermacam-macam sumber. Di samping itu, ahli pra-sejarah seperti Vere Gordon Childe menggunakan arkeologi untuk menjelaskan banyak kejadian-kejadian penting di tempat-tempat yang biasanya termasuk dalam lingkup sejarah (dan bukan pra-sejarah murni). Pemisahan seperti ini juga dikritik karena mengesampingkan beberapa peradaban, seperti yang ditemukan di Afrika Sub-Sahara dan di Amerika sebelum kedatangan Columbus.
Akhirnya, secara perlahan-lahan selama beberapa dekade belakangan ini, pemisahan antara sejarah dan prasejarah sebagian besar telah dihilangkan.
Sekarang, tidak ada yang tahu pasti kapan sejarah dimulai. Secara umum sejarah diketahui sebagai ilmu yang mempelajari apa saja yang diketahui tentang masa lalu umat manusia (walau sudah hampir tidak ada pemisahan antara sejarah dan prasejarah, ada bidang ilmu pengetahuan baru yang dikenal dengan Sejarah Besar). Kini sumber-sumber apa saja yang dapat digunakan untuk mengetahui tentang sesuatu yang terjadi di masa lampau (misalnya: sejarah penceritaan, linguistik, genetika, dan lain-lain), diterima sebagai sumber yang sah oleh kebanyakan ahli sejarah.

[sunting] Etimologi
Kata "sejarah" secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri sejarah disebut تاريخ (tarikh). Kata "tarikh" dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah "waktu".

[sunting] Historiografi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Historiografi
Historiografi adalah adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.
Ada pula satu bentuk pengandaian sejarah (spekulasi mengenai sejarah) yang dikenal dengan sebutan "sejarah virtual" atau "sejarah kontra-faktual" (yaitu: cerita sejarah yang berlawanan -- atau kontra -- dengan fakta yang ada). Ada beberapa ahli sejarah yang menggunakan cara ini untuk mempelajari dan menjelajahi kemungkinan-kemungkinan yang ada apabila suatu kejadian tidak berlangsung atau malah sebaliknya berlangsung. Hal ini mirip dengan jenis cerita fiksi sejarah alternatif.

[sunting] Metode Kajian Sejarah
Ahli-ahli sejarah terkemuka yang membantu mengembangkan metode kajian sejarah antara lain: Leopold von Ranke, Lewis Bernstein Namier, Geoffrey Rudolf Elton, G. M. Trevelyan, dan A. J. P. Taylor. Pada tahun 1960an, para ahli sejarah mulai meninggalkan narasi sejarah yang bersifat epik nasionalistik, dan memilih menggunakan narasi kronologis yang lebih realistik.
Ahli sejarah dari Perancis memperkenalkan metode sejarah kuantitatif. Metode ini menggunakan sejumlah besar data dan informasi untuk menelusuri kehidupan orang-orang dalam sejarah.
Ahli sejarah dari Amerika, terutama mereka yang terilhami zaman gerakan hak asasi dan sipil, berusaha untuk lebih mengikutsertakan kelompok-kelompok etnis, suku, ras, serta kelompok sosial dan ekonomi dalam kajian sejarahnya.
Dalam beberapa tahun kebelakangan ini, ilmuwan posmodernisme dengan keras mempertanyakan keabsahan dan perlu tidaknya dilakukan kajian sejarah. Menurut mereka, sejarah semata-mata hanyalah interpretasi pribadi dan subjektif atas sumber-sumber sejarah yang ada. Dalam bukunya yang berjudul In Defense of History (terj: Pembelaan akan Sejarah), Richard J. Evans, seorang profesor bidang sejarah modern dari Univeritas Cambridge di Inggris, membela pentingnya pengkajian sejarah untuk masyarakat.

[sunting] Belajar dari Sejarah
Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting, terutama mengenai: keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah. Dari sejarah, kita dapat mempelajari apa saja yang mempengaruhi kemajuan dan kejatuhan sebuah negara atau sebuah peradaban. Kita juga dapat mempelajari latar belakang alasan kegiatan politik, pengaruh dari filsafat sosial, serta sudut pandang budaya dan teknologi yang bermacam-macam, sepanjang zaman.
Salah satu kutipan yang paling terkenal mengenai sejarah dan pentingnya kita belajar mengenai sejarah ditulis oleh seorang filsuf dari Spanyol, George Santayana. Katanya: "Mereka yang tidak mengenal masa lalunya, dikutuk untuk mengulanginya."
Filsuf dari Jerman, Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengemukakan dalam pemikirannya tentang sejarah: "Inilah yang diajarkan oleh sejarah dan pengalaman: bahwa manusia dan pemerintahan tidak pernah belajar apa pun dari sejarah atau prinsip-prinsip yang didapat darinya." Kalimat ini diulang kembali oleh negarawan dari Inggris Raya, Winston Churchill, katanya: "Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa kita tidak benar-benar belajar darinya."
Winston Churchill, yang juga mantan jurnalis dan seorang penulis memoar yang berpengaruh, pernah pula berkata "Sejarah akan baik padaku, karena aku akan menulisnya." Tetapi sepertinya, ia bukan secara literal merujuk pada karya tulisnya, tetapi sekadar mengulang sebuah kutipan mengenai filsafat sejarah yang terkenal: "Sejarah ditulis oleh sang pemenang." Maksudnya, seringkali pemenang sebuah konflik kemanusiaan menjadi lebih berkuasa dari taklukannya. Oleh karena itu, ia lebih mampu untuk meninggalkan jejak sejarah -- dan pemelesetan fakta sejarah -- sesuai dengan apa yang mereka rasa benar.
Pandangan yang lain lagi menyatakan bahwa kekuatan sejarah sangatlah besar sehingga tidak mungkin dapat diubah oleh usaha manusia. Atau, walaupun mungkin ada yang dapat mengubah jalannya sejarah, orang-orang yang berkuasa biasanya terlalu dipusingkan oleh masalahnya sendiri sehingga gagal melihat gambaran secara keseluruhan.
Masih ada pandangan lain lagi yang menyatakan bahwa sejarah tidak pernah berulang, karena setiap kejadian sejarah adalah unik. Dalam hal ini, ada banyak faktor yang menyebabkan berlangsungnya suatu kejadian sejarah; tidak mungkin seluruh faktor ini muncul dan terulang lagi. Maka, pengetahuan yang telah dimiliki mengenai suatu kejadian di masa lampau tidak dapat secara sempurna diterapkan untuk kejadian di masa sekarang. Tetapi banyak yang menganggap bahwa pandangan ini tidak sepenuhnya benar, karena pelajaran sejarah tetap dapat dan harus diambil dari setiap kejadian sejarah. Apabila sebuah kesimpulan umum dapat dengan seksama diambil dari kejadian ini, maka kesimpulan ini dapat menjadi pelajaran yang penting. Misalnya: kinerja respon darurat bencana alam dapat terus dan harus ditingkatkan; walaupun setiap kejadian bencana alam memang, dengan sendirinya, unik.

[sunting] Lihat pula

Portal Sejarah
Prasejarah
Sejarah Nusantara
Sejarah Indonesia
Sejarah Dunia



Aku Cinta Bahasa Indonesia untuk komunitas IT
Untuk pembaca yang dulunya pernah mengecap sekolah di generasi kurikulum 1994 mungkin pernah mendengar, melihat, bahkan menggunakan buku teks pelajaran bahasa Indonesia Acibi (Aku Cinta Bahasa Indonesia). Kira-kira waktu di kelas 2,3 atau 4 SD.
Sebagaimana kita telah didibesarkan dalam bahasa Indonesia, ada baiknya jika kita mencoba menggunakan bahasa Indonesia dalam menulis blog2 dengan tema IT (Teknologi Informasi). Ini bukan berarti saya mencoba mendiskreditkan bahasa Inggris ataupun membatasi pengekspresian blogger dalam menggunakan bahasa (sama sekali tidak dipaksakan, bebas). Dengan bahasa Inggris memang blog kita bisa dibaca hingga oleh english-speaking audience.
Saya mencoba berpikir dari sisi masyarakat Indonesia yang masih berada di bangku pendidikan dan sedang berusaha mempelajari skill IT sebagai modal skillsetnya. Buku-buku atau tutorial internet yang berbahasa Indonesia akan dengan mudahnya di cerna ketimbang yang berbahasa inggris. Dan secara opini saya, ini dapat mempercepat pembelajaran atau pemahaman. (mohon masukannya jika ada komparasi ilmiah mengenai pembelajaran knowledge antara 'native tounge' dengan 'second language') Dan dalam konteks blog ini saya berusaha menyumbangkan pemikiran untuk komunitas Indonesia, yang menurut saya adalah target dari artikel2 blog ini.
Sebagai seorang software developer/programmer bahasa inggris akan datang dengan sendirinya. Maksud saya, hampir semua code knowledge dalam programming language didasarkan pada bahasa inggris. Tentu saja dalam hal ini inggris utk terminologi komputer yang akan datang dengan sendirinya.
Salah satu tujuan utama yang menurut saya penting untuk memakai bahasa Indonesia adalah sebagai motivator awal atau penggerak awal bagi para pembelajar teknologi (software). Diharapkan dengan tidak dihadapkannya mereka ke tutorial-tutorial berbahasa inggris pada masa awal pembelajaran mereka, tidak membuat mereka menjadi patah semangat dahulu karena masalah pemahaman akibat bahasa.
Hal berikutnya yang perlu diperhatikan mungkin adalah pembahasaan kita ketika menyampaikan suatu konsep atau tutorial. KIS (Keep it Simple) mungkin adalah salah satu cara yang paling baik untuk pengorganisasian bahasa. Misalnya, adanya latar belakang, tujuan, dan step by step dengan bahasa yg sederhana, akan lebih memudahkan lagi pemahaman. Jika anda pernah belajar dari Head First Series mungkin itu salah contoh yang sukses di kelasnya.
Artikel ini hanya sebuah ajakan untuk memudahkan pembelajarn dan pemahaman bagi yang memiliki kesulitan bahasa. Jadi, silahkan pilih kapan anda ingin memakai / tidak memakai bahasa Indonesia di blog anda.
NB: untuk yang memiliki link artikel atau tutorial berbahasa Indonesia feel free utk diikutkan di comments.